Jannah, Aisah Mifti and Fikri, Hasnul (2026) MAJAS PERBANDINGAN DAN SINDIRAN SERTA FUNGSINYA DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI. Diploma thesis, UNIVERSITAS BUNG HATTA.
COVER DAN BAB 1.pdf
Download (453kB)
BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (233kB)
FULL SKRIPSI AISAH MIFTI JANNAH.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan gaya bahasa dalam karya sastra, khususnya majas yang digunakan pengarang untuk memperindah bahasa serta menyampaikan makna dan pesan kepada pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan majas perbandingan dan sindiran apa saja yang terdapat dalam novel, dan (2) mendeskripsikan fungsi penggunaan majas perbandingan dan sindiran dalam novel. Teori yang digunakan adalah teori yang dikemukakan oleh Keraf (2004) yang membahas diksi dan gaya bahasa dan Tarigan (2021) yang membahas tentang gaya bahasa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif berupa kata-kata tertulis. Objek dalam penelitian ini adalah majas perbandingan dan sindiran serta fungsinya dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: reduksi, klasifikasi data, analisis data, penafsiran data, dan penarikan simpulan. Teknik analisis data dilakukan dengan: mendeskripsikan setiap penggunaan majas dalam novel Laut Bercerita, mendeskripsikan majas sesuai dengan teori yang digunakan, menemukan majas yang dominan digunakan dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori, meinterpretasi fungsi sesuai dengan konteks pemakaian majas perbandingan dan sindiran dalam novel Laut Bercerita, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil anasisi yang telah dilakukan sesuai dengan fungsi pemakaian majas perbandingan dan sindiran. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan majas perbandingan dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori meliputi simile, metafora, personifikasi, dan hiperbola, dengan majas yang paling dominan adalah simile. Hal ini menunjukkan bahwa pengarang cenderung menggunakan perbandingan secara langsung untuk menyampaikan makna. Sementara itu, majas sindiran yang ditemukan meliputi ironi, sinisme, sarkasme, dan satire, dengan majas yang paling dominan adalah ironi yang menunjukkan kecenderungan penulis menyampaikan kritik sosial secara tidak langsung. Fungsi penggunaan majas dalam novel ini meliputi fungsi estetis, kognitif, emosional, imajinatif, dan ekspresif. Fungsi yang paling dominan adalah fungsi kognitif, yaitu untuk membantu pembaca memahami makna, memperjelas gambaran cerita, serta menjelaskan kondisi tokoh. Dengan demikian, penggunaan majas dalam novel ini tidak hanya memperindah bahasa, tetapi juga memperjelas makna, memperkuat emosi, membangun imajinasi, dan menyampaikan kritik sosial.
Kata Kunci: Majas perbandingan, Majas sindiran, Fungsi Majas, Novel.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Depositing User: | PINDO FKIP |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 01:33 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 01:33 |
| URI: | http://repository.bunghatta.ac.id/id/eprint/3322 |
