LEO, Sanjaya and IMAN, Satria (2026) Evaluasi Kondisi dan Keandalan Pompa Sentrifugal P-2003 JB pada Sistem Cooling Tower Berbasis Getaran RMS (ISO 10816-3), Dengan Analisis Head–Efisiensi, serta FMEA dan RCFA (5-Why). Diploma thesis, Universitas Bung Hatta.
SEKERIPSI TERBARU LEO SANJAYA PERANGIN ANGIN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (869kB)
COVER ,HALAMAN PENGESAHAN, PERSETUJUAN ABSTRAK, DAFTAR ISI DAN PENDAHULUAN.pdf
Download (1MB)
KESIMPULAN,SARAN DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (690kB)
Abstract
Abstrak : Pompa sentrifugal pada sistem Cooling Tower berperan penting menjaga kontinuitas sirkulasi udara pendingin sehingga pendinginannya menjadi faktor penting dalam operasi industri. Penelitian ini bertujuan mengumpulkan kondisi dan kinerja pompa sentrifugal single stage P-2003 JB melalui analisis getaran, perhitungan head, estimasi efisiensi, serta analisis kegagalan untuk menentukan prioritas penanganan dan akar penyebab paling mungkin. Metode penelitian berupa studi kasus dengan pengumpulan data parameter operasi (tekanan suction dan debit, beda elevasi, serta kecepatan aliran) dan data getaran kecepatan (Root Mean Square) RMS pada beberapa periode pengukuran. Evaluasi kondisi dilakukan dengan trending RMS dan klasifikasi ISO 10816-3, sedangkan performa dihitung menggunakan persamaan energi (Bernoulli). Efisiensi pompa dihitung berdasarkan perbandingan daya hidrolik terhadap daya input sesuai data yang digunakan pada penelitian. Analisis kegagalan dilakukan menggunakan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan Root Cause Failure Analysis (RCFA) metode 5-Mengapa.
Hasil menunjukkan getaran RMS meningkat dari 2,1 mm/s menjadi 3,2 mm/s dan mencapai 4,6 mm/s dengan frekuensi dominan sekitar 25 Hz, yang setara dengan putaran ±1500 rpm dan termasuk kategori D (berbahaya) menurut ISO 10816-3. Perhitungan total head menghasilkan nilai sekitar 53,18 m, sedangkan efisiensi pompa pada penelitian ini diperoleh sekitar 59 %. Temuan visual menunjukkan kerusakan pada impeller (retak), segel mekanis, dan bantalan. FMEA menempatkan impeller–bearing–mechanical seal sebagai mode kegagalan prioritas tinggi, sedangkan RCFA mengindikasikan akar penyebab paling mungkin berupa kombinasi degradasi rotor (impeller retak/tidak seimbang), faktor instalasi (misalignment/longgaran), serta perlunya kontrol penguatan hisap dan program pemeliharaan preventif berdasarkan kondisi. Rekomendasi mencakup pemeriksaan dan penyeimbangan rotor, perbaikan bantalan dan segel, verifikasi penyelarasan dan Fondasi, serta pemantauan getaran berkala mengacu pada ISO untuk mencegah kegagalan berulang.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Fakultas Teknik Industri > Teknik Mesin |
| Depositing User: | Mesin FTI |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 04:02 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 04:02 |
| URI: | http://repository.bunghatta.ac.id/id/eprint/2908 |
