MUHAMMAD FIKRI ROHMANI, MUHAMMAD FIKRI ROHMANI and Iman Satria, ST, MT, Iman Satria, ST, MT and Burmawi, ST, MT, Burmawi, ST, MT (2016) ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR UDARA MASUKAN TERHADAP KERJA TURBIN GAS DI PT PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN PLTGU CILEGON. Diploma thesis, Universitas Bung Hatta.
ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR UDARA MASUKAN TERHADAP KERJA TURBIN GAS DI PT PLN (PERSERO).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Muhammad Fikri Rohmani, “ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR UDARA
MASUKAN TERHADAP KERJA TURBIN GAS DI PT PLN (PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN PLTGU CILEGON”, Skripsi Sarjana Teknik
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta di
bawah bimbingan Iman Satria, ST, MT, dan Burmawi, ST, MT, Mei 2016, 67
halaman.
Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja turbin gas yang terdiri
dari kerja kompresor, panas yang dihasilkan ruang bakar, dan kerja turbin,
dengan variasi temperatur udara masukan atau temperatur ambient yang diambil
pada waktu siang hari dan malam hari, dengan cuaca tertentu. Hal ini dilakukan
agar dapat mengetahui penyebab-penyebab perbedaan kerja turbin gas, sehingga
selanjutnya dapat mengetahui langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk
memperkecil perbedaan kerja turbin gas tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan observasi di lapangan untuk
mencari informasi dan data yang diperlukan. Obyek penelitian adalah turbin gas
tipe GT M701 F yang terdapat pada PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan
PLTGU Cilegon. Teknik dalam penelitian yaitu mencari data, mengolah data, dan
menganalisis data tersebut sehingga dapat diketahui perbedaan kerja turbin gas
dari pengaruh temperatur ambient.
Pada hasil analisis didapatkan penyebab perbedaan kinerja dari
pengaruh temperatur ambient, yaitu penurunan suhu menyebabkan kelembaban
udara meningkat dan berpengaruh terhadap kerapatan udara yang semakin
rapat, sehingga menyebabkan massa udara meningkat. Massa udara yang lebih
tinggi akan membuat udara yang dimampatkan akan semakin besar dan membuat
kerja kompressor akan lebih maksimal. Hal tersebut yang menyebabkan panas
yang dihasilkan ruang bakar dan kerja turbin gas pada malam hari lebih tinggi,
dibandingkan panas yang dihasilkan ruang bakar dan kerja turbin gas pada siang
hari.
Kata Kunci : Kerja, Turbin Gas, Temperatur Udara Masukan
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Fakultas Teknik Industri > Teknik Mesin |
| Depositing User: | Erlya Wahyuni |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 02:30 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 02:30 |
| URI: | http://repository.bunghatta.ac.id/id/eprint/2459 |
