ANALISIS FAKTOR PENYEBAB BOLTING REJECTION RATE PADA PROSES PENGUNCIAN BAUT SAMBUNGAN FLANGE BERDASARKAN STANDAR ASME PCC-1 DI PT XYZ

erwin, erwin and ayu, bidiawati (2026) ANALISIS FAKTOR PENYEBAB BOLTING REJECTION RATE PADA PROSES PENGUNCIAN BAUT SAMBUNGAN FLANGE BERDASARKAN STANDAR ASME PCC-1 DI PT XYZ. Diploma thesis, Universitas Bung Hatta.

[thumbnail of I SKRIPSI-1-13.pdf] Text
I SKRIPSI-1-13.pdf

Download (438kB)
[thumbnail of II SKRIPSI-80-82.pdf] Text
II SKRIPSI-80-82.pdf

Download (185kB)
[thumbnail of III FULL SKRIPSI.pdf] Text
III FULL SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK
Integritas sambungan flange penguncian baut merupakan faktor penting dalam menjamin keselamatan dan keandalan sistem perpipaan industri. Ketidaksesuaian dalam proses pengencangan baut dapat meningkatkan nilai Bolting Rejection Rate yang berpotensi menimbulkan risiko kebocoran serta gangguan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif faktor-faktor penyebab Bolting Rejection Rate pada proses penguncian baut sambungan flange di PT. XYZ berdasarkan standar ASME PCC-1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data operasional yang dikumpulkan selama tiga bulan periode September, October dan November 2025 terhadap 1200 sambungan flange aktivitas penguncian baut. Nilai Bolting Rejection Rate dihitung sebagai persentase jumlah aktivitas bolting yang ditolak terhadap total aktivitas yang diperiksa. Analisis data dilakukan menggunakan analisis Pareto untuk mengidentifikasi kategori cacat dominan serta analisis sebab-akibat (diagram Ishikawa) untuk menentukan akar permasalahan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Bolting Rejection Rate selama periode penelitian mencapai 74,9% untuk kedua penolakan tertinggi, Analisis Pareto menunjukkan bahwa dari nilai torsi penguncian aktual yang ditolak (40%), Penolakan pada jenis sambungan flange (34,9%), penolakan pada jenis metode dan urutan penguncian baut (31,77%), serta penolakan pada jenis cacat baut pada sambungan flange (27,4%).Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara ketidakpatuhan terhadap prosedur standar dan tingginya tingkat penolakan. Oleh karena itu, direkomendasikan penerapan pelatihan berbasis kompetensi, penegakan disiplin prosedur pengencangan sesuai standar, program kalibrasi alat torsi secara berkala, serta penguatan sistem pengendalian mutu. Implementasi rekomendasi tersebut diproyeksikan mampu menurunkan nilai Bolting rejection rate serta meningkatkan keandalan sambungan flange secara keseluruhan.

Kata kunci: Bolting Rejection Rate, Sambungan Flange, Penguncian Baut, ASME PCC-1, Analisis Pareto

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Fakultas Teknik Industri > Teknik Industri
Depositing User: Industri FTI
Date Deposited: 07 Jul 2026 03:41
Last Modified: 07 Jul 2026 03:41
URI: http://repository.bunghatta.ac.id/id/eprint/4015

Actions (login required)

View Item
View Item