Yolla, Tifa and Yusra, Yusra and Reni, Desmiarti (2026) EKSTRAKSI MINYAK DARI LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN SUBSTRAT YANG BERBEDA SEBAGAI KANDIDAT ANTIBAKTERI. Masters thesis, Universitas Bung Hatta.
COVER, HALAMAN PENGESAHAN, ABSTRAK, DAFTAR ISI DAN BAB PENDAHULUAN.pdf
Download (445kB)
BAB KESIMPULAN SARAN DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (234kB)
FULL TEKS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik minyak larva BSF yang dibudidayakan pada berbagai substrat limbah organik serta mengevaluasi potensi antibakterinya terhadap beberapa bakteri patogen. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHP) dan Laboratorium Teknik Kimia Universitas Bung Hatta pada bulan April sampai Agustus 2025. Substrat yang digunakan terdiri dari limbah nasi dan sisa makanan (food waste) (A), limbah pisang barangan (Musa acuminata) (B), dan limbah sawi putih (Brassica rapa) (C). Parameter yang dianalisis meliputi volume minyak, rendemen, FFA, komposisi asam lemak, karakteristik organoleptik, serta aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri uji. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan tiga perlakuan dan empat kali ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan substrat mempengaruhi karakteristik minyak larva BSF. Volume minyak tertinggi diperoleh pada perlakuan A sebesar 22,50 ± 0,183 ml sedangkan terendah terdapat pada perlakuan C sebesar 14,20 ± 0,065 ml. Rendemen minyak tertinggi juga diperoleh pada perlakuan A sebesar 40,50 ± 0,329%, dan terendah pada perlakuan C sebesar 25,50 ± 0,116%. Nilai FFA tertinggi terdapat pada perlakuan B sebesar 14,6 ± 0,010%, sedangkan terendah pada perlakuan A sebesar 3,79 ± 0,008%. Komposisi asam lemak didominasi oleh asam lemak jenuh (SFA) pada semua perlakuan, namun perlakuan A memiliki kandungan asam lemak tidak jenuh (MUFA dan PUFA) lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan A dan C memiliki tekstur terbaik (9,00 ± 0,00), sedangkan warna terbaik terdapat pada perlakuan A (7,00 ± 0,00). Minyak larva BSF juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli, Pseudomonas sp., dan Staphylococcus aureus dengan zona hambat berturut-turut sebesar 20 ± 7,07 mm pada perlakuan A, 15 ± 0,82 mm pada perlakuan C, dan 20,5 ± 3,32 mm pada perlakuan B. Secara keseluruhan, perlakuan A merupakan perlakuan terbaik karena menghasilkan minyak dengan kualitas paling optimal serta aktivitas antibakteri yang efektif.
Kata Kunci: Black Soldier Fly, Limbah Organik, Ekstraksi, Karakteristik Minyak, Antibakteri.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions: | Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Magister Sumber Daya Perairan Pesisir dan Kelautan |
| Depositing User: | SP2K FPIK |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 03:54 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 03:54 |
| URI: | http://repository.bunghatta.ac.id/id/eprint/3940 |
