Attila Luthfi, Abhista Syah and Eva, Rita (2026) PERBANDINGAN PERENCANAAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN BETON PRATEGANG ANTARA BOX GIRDER DENGAN KOMBINASI TENDON EXTERNAL – INTERNAL DAN BOX GIRDER DENGAN TENDON INTERNAL. Diploma thesis, Universitas Bung Hatta.
COVER, LEBAR PENGESAHAN DAFTAR ISI, JURNAL.pdf
Download (1MB)
KESIMPULAN SARAN DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (480kB)
FULLTEXT TA ATTILA LUTHFI A.S.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (14MB)
Abstract
Perencanaan struktur atas jembatan beton prategang tipe box girder sangat dipengaruhi oleh konfigurasi sistem tendon yang digunakan. Secara umum, sistem tendon yang diterapkan terdiri dari tendon internal dan kombinasi tendon internal–eksternal, yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda terhadap distribusi tegangan, efisiensi momen, dan lendutan struktur, Konfigurasi sistem tendon pada box girder beton prategang berpengaruh terhadap distribusi tegangan, kapasitas momen, dan lendutan struktur. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja struktur box girder dengan sistem tendon internal dan kombinasi tendon internal–eksternal pada bentang 47 m. Studi kasus dilakukan pada Jembatan Tol Layang Ir. Wiyoto Wiyono, M.Sc Section Ancol Timur–Pluit (Harbour Road II). Analisis pembebanan mengacu pada SNI 1725:2016, meliputi beban permanen, beban lalu lintas, beban rem, serta gaya prategang. Pemodelan dan analisis struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak MIDAS Civil untuk mengevaluasi respons momen, tegangan, jumlah tendon, dan lendutan pada kondisi servis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa box girder kombinasi tendon internal–eksternal lebih ringan dengan nilai 9308.075 kN sedangkan box girder tendon internal nilainya 13763.15 kN. Ditinjau dari jumlah strand, sistem tendon kombinasi menggunakan 334 untai strand sedangkan sistem tendon internal menggunakan 440 untai strand, Berdasarkan analisis pembebanan, sistem kombinasi menghasilkan tegangan lebih kecil dibanding tendon internal. Pada Layan 1, serat atas -11.544,1 kNm dan bawah 1.060,02 kNm, sedangkan tendon internal -13.620,5 kNm dan 3.309,91 kNm. Pada Layan 4, serat bawah kombinasi -7.904,33 kNm lebih besar secara absolut dibanding tendon internal -1.771,88 kNm. Ditinjau dari lendutan, sistem kombinasi lebih kecil dibanding tendon internal: Layan 1 0,03269 m (internal 0,0441 m), Layan 3 0,03035 m (internal 0,0392 m), dan Layan 4 -0,00796 m (internal 0,196 m). Hasil ini menunjukkan sistem kombinasi memberikan kinerja deformasi yang lebih baik pada seluruh kondisi layan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan > Teknik Sipil |
| Depositing User: | Sipil FTSP |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 08:09 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 08:09 |
| URI: | http://repository.bunghatta.ac.id/id/eprint/3635 |
