KEBAJIKAN DAN KETAMAKAN DALAM CERITA RAKYAT HANASAKA JIJII DAN ANGSA BERTELUR EMAS: SASTRA BANDINGAN

Wulandari, Ayu and Immerry, Tienn (2026) KEBAJIKAN DAN KETAMAKAN DALAM CERITA RAKYAT HANASAKA JIJII DAN ANGSA BERTELUR EMAS: SASTRA BANDINGAN. Diploma thesis, Universitas Bung Hatta.

[thumbnail of Cover Skripsi Ayu Wulandari.pdf] Text
Cover Skripsi Ayu Wulandari.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Bab 1-3 Ayu Wulandari.pdf] Text
Bab 1-3 Ayu Wulandari.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (967kB)
[thumbnail of Bab 4-5 Ayu Wulandari.pdf] Text
Bab 4-5 Ayu Wulandari.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka-Lampiran Ayu Wulandari.pdf] Text
Daftar Pustaka-Lampiran Ayu Wulandari.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)
[thumbnail of Full Skripsi Ayu Wulandari.pdf] Text
Full Skripsi Ayu Wulandari.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract

Cerita rakyat berfungsi sebagai sarana penyampaian nilai moral dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat pemilik cerita. Latar belakang penelitian ini karena penulis menemukan adanya persamaan pola pada dua cerita rakyat yang berasal dari dua negara berbeda dengan latar budaya berbeda, yaitu Hanasaka Jijii dari Jepang dan Angsa Bertelur Emas dari Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kedua cerita tersebut dengan menitikberatkan pada pertentangan antara kebajikan dan ketamakan sebagai pesan moral utama cerita. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan intrinsik dan sastra bandingan dengan metode deskriptif-komparatif. Hasil penelitian mengungkap (1) Tokoh dan penokohan, kedua cerita menampilkan manusia dan fauna sebagai tokoh protagonis, sedangkan tokoh antagonis diperankan oleh manusia; (2) Plot kedua cerita diawali dengan tindakan kebajikan yang mendatangkan keberuntungan, kemudian muncul konflik akibat ketamakan, dan diakhiri dengan hukuman serta penyesalan; (3) Latar, Hanasaka Jijii dipengaruhi oleh tradisi dan kehidupan sosial masyarakat Jepang, sementara Angsa Bertelur Emas lebih menonjolkan kondisi ekonomi keluarga miskin; (4) Tema utama kedua cerita menegaskan bahwa ketamakan membawa kehancuran; (5) Sudut pandang yang digunakan dalam kedua cerita adalah narator orang ketiga mahatahu; (6) Bahasa yang digunakan dalam kedua cerita cenderung tegas sebagai cerita anak, dalam Hanasaka Jijii ditemukan pengggunaan onomatope; (7) Moral cerita yang disampaikan menekankan pentingnya kejujuran, kesabaran, dan pengendalian diri; (8) Keajaiban dalam Hanasaka Jijii terjadi dari awal hingga akhir cerita, sedangkan dalam Angsa Bertelur Emas di awal cerita saja. Simpulan dari kedua cerita sama-sama memberi pesan moral bahwa ketamakan akan menyebabkan kehancuran. Perbedaanya, Hanasaka Jijii memiliki protagonis dan antagonis dengan tokoh yang berbeda sehingga hidup dapat terus berlanjut secara harmoni. Sebaliknya, dalam Angsa Bertelur Emas tokoh yang sama bertransformasi dari protagonis kemudian menjadi antagonis sehingga hidup berakhir dengan kesengsaraan.
Kata Kunci: perbandingan, kebajikan, ketamakan, protagonis, antagonis

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN0080 Criticism
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN0441 Literary History
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1990 Broadcasting
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1993 Motion Pictures
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN2000 Dramatic representation. The Theater
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Jepang
Depositing User: SAJE FIB
Date Deposited: 12 Mar 2026 06:42
Last Modified: 12 Mar 2026 06:42
URI: http://repository.bunghatta.ac.id/id/eprint/3631

Actions (login required)

View Item
View Item