PELAKSANAAN PERTANGGUNGJAWABAN SUAMI SETELAH TERJADI PERCERAIAN DI KECAMATAN KOTO TANGAH

Dian, PramanaPutri and Desmal Fajri, S.Ag., M.H, Desmal Fajri, S.Ag., M.H (2026) PELAKSANAAN PERTANGGUNGJAWABAN SUAMI SETELAH TERJADI PERCERAIAN DI KECAMATAN KOTO TANGAH. Diploma thesis, Universitas Bung Hatta.

[thumbnail of FULL SKRIPSI DIAN.pdf] Text
FULL SKRIPSI DIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (831kB)
[thumbnail of BAB KESIMPULAN SARAN DAN DAFTAR PUSTAKA DIAN.pdf] Text
BAB KESIMPULAN SARAN DAN DAFTAR PUSTAKA DIAN.pdf

Download (160kB)
[thumbnail of COVER dan BAB PEMBAHASAN DIAN.pdf] Text
COVER dan BAB PEMBAHASAN DIAN.pdf

Download (432kB)

Abstract

Perceraian adalah peristiwa hukum yang bukan hanya mengakhiri hubungan perkawinan, tetapi juga menimbulkan akibat hukum yang berupa kewajiban suami terhadap mantan istri dan anak. Secara umum, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam telah mengatur pertanggungjawaban suami pasca perceraian. Namun pada kenyataannya pelaksanaan kewajiban ini belum sepenuhnya berjalan efektif, terutama di Kecamatan Koto Tangah. Rumusan masalah: 1) Bagaimanakah bentuk-bentuk pertanggungjawaban suami setelah perceraian di Kecamatan Koto Tangah? 2) Apakah kendala suami melaksanakan pertanggungjawaban setelah perceraian? 3) Bagaimanakah Solusi melaksanakan pertanggungjawaban suami setelah perceraian?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum sosiologis dengan pendekatan kualitatif, yang diambil dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan hakim dan panitera di Pengadilan Agama Padang serta data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan literatur hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pertanggungjawaban suami meliputi memberikan nafkah iddah, nafkah mut’ah, nafkah madiyah, serta nafkah dan biaya pendidikan anak. Kendala utama yang sering terjadi adalah ketidakhadiran suami dalam persidangan, ketidakjelasan penghasilan suami, keterbatasan ekonomi, serta rendahnya kesadaran hukum. Oleh karena itu, perlu memaksimalkan peran pengadilan dan peningkatan kesadaran hukum agar hak-hak mantan istri dan anak tetap terlindungi.
Kata kunci: pertanggungjawaban suami, nafkah, pasca perceraian Pengadilan Agama Padang

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Hukum Perdata
Depositing User: Hukum Hukum FH
Date Deposited: 12 Mar 2026 01:45
Last Modified: 12 Mar 2026 01:45
URI: http://repository.bunghatta.ac.id/id/eprint/3336

Actions (login required)

View Item
View Item